Tidur

Hai, Beta! 

Malam ini kamu yang tidak mengangkat video call ku. Oke. Kamu lelah. Aku juga. Entah kenapa. Padahal tak ada hal penting teramat yang kulakukan hari ini. Manajeman waktu kacau, aku bahkan tidak sempat menjilid skripsi. Satu schedule terpenting dalam hidupku gagal terlaksana. 

5 jaman aku habiskan hanya untuk menunggu dosen, mengabaikan banyak whatsapp karena hape mati, membaca mantuba, kemudian ketiduran di depan ruang dosen. 

Bangun. Chichi datang. Kami berbagi banyak hal. Mulai dari kondisi vatikan, atmosfer pesantren, hingga fakta-fakta trivial yang mengejutkan, sejenis teori multiverse yang masih hangat menjadi candaan dalam dunia Mawar dan Chichi.

 Sayangnya akhir-akhir ini aku sedang eror, hang, tidak mendengarkan orang dengan baik, tidak membaca tulisan orang-orang dengan baik, gagal fokus, menghabiskan terlalu banyak waktu dengan menunggu dan menunggu sambil membaca hingga ketiduran. Parah. 

Ya Rabb… Kuatkaaan

Hayati berasa ingin lari dari kenyataan dan memasuki dunia paralel lain, di mana seluruh mahasiswa tingkat akhir di dunia itu telah punah

Selain ketiduran, aku juga kerapkali sengaja tidur bada dzuhur dan bada ashar. Meski hanya 5 hingga 10 menit. Tidur itu naluri biologis. Tidur saat dauroh juga berpahala kan? Jihad. Wkwkkwk… Namanya juga warna dalam Menuntut ilmu. Setidaknya, tidur menjadi ikhtiar terbaik untuk menyegarkan kembali otak yang ngehang. Haha

Good night.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s