(Kali Ini) Resensi Novel : Sabtu Bersama Bapak

22544789

Rencana awal malam itu adalah membedah novel The Messiah Project karya Arif Rh. Novel ini sebenarnya trilogi, sekuel pertamanya, The gates of Heaven,  baru dibedah malam sebelumnya, sekuel terakhir belum diterbitkan, atau mungkin belum beredar di pasaran. Sayangnya juga novel TMP itu belum kelar dibaca. Tinggal sedikit sii. Tapi tertinggal di rumah. Dasar Konyol.

Akhirnya aku membedah novel yang selesai kubaca dalam waktu kurang dari 12 jam ini, Sabtu Bersama Bapak. Meski aku pernah menonton filmnya, aku bukan tipe manusia anti spoiler karena tetap antusias membaca novelnya. Ada hal-hal lebih mendetail dalam novel, yang biasanya tidak diceritakan dalam film kan? Itulah yang membuatku penasaran.

Well!! Beberapa film yang kutonton biasanya mengecewakan karena banyak adegan yang menurutku penting dalam novel di-cut semena-mena oleh sutradara. Tapi SBB lain. Beberapa adegan drama sejenis anak  Satya yang tiba-tiba diculik dan menimbulkan pertengkaran antara Rissa (Istri Satya) dan Suaminya itu nihil, tidak ada di dalam novel.

Salah satu kutipan yang kusuka di film, “Kalo kamu hemat aku boros, aku akan menghabiskan tabunganmu, kalo kamu sholekhah aku nggak sholeh, aku akan menyeretmu ke neraka” — red. Kata Saka pada Ayu. Kutipan itu juga tidak  tertulis di novel!!

Dududu…

Over all, aku suka film dan novelnya. Bukan semata-mata menyukai akting  Abimana Aryasatya yang memainkan karakter begitu kuat sebagai Bapak. Beberapa adegan yang lebih terperinci  dari film yang terputar juga sebenarnya dituliskan oleh Bang Adhitya Mulya. Misalnya ibu Itje yang lebih humoris dalam novel daripada di film. Worthed lah ketika film sarat akan filosofi keluarga ini dinaikkan ke layar lebar. Khusnudzonku, ketika ada beberapa adegan tambahan, mungkin Sang Sutradara telah membaca novel versi non sensornya sekaligus menyensor beberapa adegan vulgar dalam novel tersebut #apasiMaw..

Oh ya!! Ngomong-ngomong nonton film ini, Aku jadi ingat momen nonton Bersama Rapunzel. Ketika sisa tiket memisahkan kursi kami, ketika di jalan pulang kami memikirkan berapa ratus kaset yang harus Bapak buat untuk membesarkan anak-anaknya. Andai suamiku anak teknik informatika, mungkin kami bisa lebih jauh menelisik aspek perkembangan teknologi dalam novel dan film Sabtu Bersama Bapak.. ya ngga harus suami gue juga sii. *kalimat terakhir paragraf ini tolong diabaikan.

Film dan novel mungkin tak pernah sama, tapi kuharap kita sama-sama bertekad menempuh jalan cinta para pejuang *IniApaLagi #UdahanAh..

Endingnya gaje

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s