About Mel

Panggil aku pejuang. Karena aku ingin selalu istiqomah di jalan cinta para pejuang ini. Pejuang yang menjadikan islam sebagai jalan rahmatan lil ‘alamin. Namaku Meli, pemilik username Meliyufita di berbagai akun media sosial. Sepuluh huruf yang diambil dari empat huruf pertama dan enam huruf terakhir dalam nama lengkap. Tidak bermaksud banyak, hanya agar lebih mudah dikenal dan diingat. Mungkin setelah terbang akan dipanggil Meriyufita, atau Meyufita saja. Terserah gue nantilah 😀

Saat ini masih menjadi mawhasiswi salah jusrusan yang sedang menjalani study S1 di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, semester akhir dari akhir. Masih mati-matian berusaha bersyukur masuk fakultas ini, karena sejatinya tak boleh ada nikmat-Nya yang didustakan. Doakan wisuda 14 Maret 2017.  Master minimal 2 tahun kemudian, dan PhD di tahun selanjutnya. Ingin menetap beberapa lama di kota surga pecinta buku, sebuta saja Jogjakarta, setidaknya sampai gelar master melekat dalam nama. Ada recana terbang ke Negeri Sakura untuk meraih gelar PhD. Semoga Allah meridhoi.

Kapan married? Mmm … 

Aku masih menjadi penulis level beginner yang seringkali secara spontan menisbatkan diri sebagai Mawar. Mawar menurutku adalah bunga yang dikenal setiap komponen masyarakat Indonesia. Setiap warga negara indonesia pasti kenal Mawar. Bisa dikatakan bahwa Mawar adalah bunga yang merakyat. Sebut saja …. Mawar. Melalui jalan cinta ini, Mawar diharapkan mampu menjadi perekat antar ummat, karena ukhuwah adalah watak muamalah perjuangan KAMMI.

Mawar ini kader KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) loh. Sebut saja salah satu dari gelang di bawah genggaman tangan dalam logo KAMMI #eh.  Meski demikian, Mawar bukan hanya ingin berteman dengan kader KAMMI semata, karena visi KAMMI sejatinya bukan meng-KAMMI-kan seluruh Mahasiswa Muslim Indonesia. Visinya adalah menjadi wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam rangka mewujudkan negara Indonesia yang islami. Hobinya berdiskusi. Jangan mencoba memaksakan kehendak di hadapan Mawar, cobalah memahamkannya, karena Mawar selalu berikhtiar untuk bertindak atas dasar pemahaman dan keikhlasan.

Semoga space sederhana ini membuat semesta percaya. Ya!! Percayalah!

Percayalah pada eksistensi Allah. Allah yang menciptakan semesta, merancang konspirasi alam, dan menyelamatkan orang-orang yang berjuang menyelamatkan diri dengan berikhtiar melindungi eksistensi ajaran tauhid. Percayalah pada Malaikat, yang paling menakutkan saat ini adalah Malaikat yang mencatat segala amal perbuatan kita setiap waktu. Berbuat baiklah setiap saat agar catatan amal kebaikannya lebih banyak. Percayalah pada Rasulullah, sosok teladan ummat sepanjang masa, tokoh yang selalu disenandungkan shalawatnya, dirindukan hingga hari kiamat, seseorang yang melalui perantara malaikat jibril, menyampaikan surat cinta berbentuk kitab suci Al Qur’an, pedoman hidup ummat manusia di dunia. Percayalah  eksistensi yaumul akhir, bahwa setiap perbuatan kita, baik yang selaras dengan ajaran Allah maupun yang justru berseberangan dengan setiap hukum islam itu akan dihisab, entah sebagai amal kebaikan maupun sebaliknya. Percayalah pada qada dan qadar-Nya, bahwa seburuk apapun peristiwa yang menimpa kita dalam kehidupan yang sejatinya anugerah terindah ini, kita harus tetap berkhusnudzon, percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menggariskan takdir terbaik untuk kita.

Semoga ada jejak-jejak hidayah dalam kata demi kata yang tertulis di sini. Semoga ada jejak kita dalam hidayah yang orang lain dapatkan.

Semoga Allah berkenan memancarkan cahaya hidayah-Nya melalui tulisan-tulisan di sini, semoga tulisan yang berasal dari hati, sampai juga ke hati, menjadi perantara hidayah yang menggerakkan hati. Karena sesungguhnya hanya Allah yang Maha Pemberi Hidayah. Setidaknya Allah tau bahwa semua ini adalah salah satu ikhtiar untuk menambah amal kebaikan di yaumul hisab nanti. Paling tidak, ketika di persidangan yaumul akhir nanti, aku bisa menjawab dengan tegas bahwa salah satu ikhtiarku untuk menumbangkan kedzaliman yang menjadi musuh abadi di muka bumi ini adalah melalui tulisan-tulisan ini.

Semoga Allah menghindarkan kita semua dari perbuatan mendiamkan kebathilan. Menurut Umar bin Khattab, kemaksiatan meraja lela bukan hanya karena meningkatnya populasi orang jahat, tetapi juga banyaknya orang-orang baik yang mendiamkan kemunkaran. Jangan mau menjadi orang baik yang hatinya tidak bergetar menyaksikan kemunkaran!!

VisiON Pejuang ini adalah menjadi penakluk seperti Muhammad Al Fatih, ingin menaklukan dunia melalui goresan pena. Minimal mengelilingi seluruh pelosok Indonesia untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayatinya, menyuburkan budaya baca anak bangsa, menjadi salah satu pelopor pengembangan bioteknologi berlandaskan bioetika, mendirikan pesantren yang mencetak ilmuwan negarawan berbasis qur’ani, menggagas gerakan restorasi lingkungan, dan merobohkan teori evolusi. Huh! Visi normatif biolog negarawan muslimah. Biologi mengajarkan padaku bahwa cinta itu tidak sesederhana menyukai, tapi menerima segenap kerumitannya.

Pengejawantahan visi pejuang sebagai penakluk bukan hanya tentang cinta. Namun penaklukan yang sesungguhnya adalah penakulkkan hawa nafsu yang berawal dari pengokohan akidah melalui muwashofat, kemudian meningkat pada pembangunan generasi rabbani. Pada titik inilah kita akan mulai menyadari bahwa jikalau usia kita tidak sampai pada kejayaan islam sebagai ustadziatul alam, setidaknya kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk berkontribusi meletakkan salah satu batu peradaban dari kejayaan itu.

Menjadi sebaik-baik muslim yang berkontribusi menebarkan kemaslahatan untuk ummat seluas-luasnya adalah salah satu ikhtiar terkecil dan tersulit. Ya! Pengejawantahan visi penakluk yang sesungguhnya adalah mengikhtiarkan yang terbaik, menjaga konsistensi dan keistiqomahan berjuang hingga syahid di jalan ini. Karena sejatinya, penakluk tidak hanya ingin kebahagiaan di dunia, namun jalan cinta para pejuang akan bermuara pada kebahagiaan abadi setelah kehidupan ini. Mana lagi kalau bukan surga

Semoga semua ini bukan wacana, atau mungkin suatu hari dapat direvisi menjadi lebih baik. Bersama teman seperjalanan tentunya.

Oh ya untukmu yang di masa depan nanti berkenan menjadi teman seperjalananku, entah siapa dan di mana saat ini. Jika suatu saat nanti kamu membuka blog ini, tolong jangan ambil secara mentah-mentah konten-konten dari tulisan di sini ya. Berbahaya. Tujuan utama dipostingnya artikel-artikel di sini bukanlah untuk merekam berbagai peristiwa yang kualami baik di masa lampau, masa kini, maupun masa depan. Kamu tidak akan tahu banyak tentangku hanya dengan membaca blog ini.

Menulis di sini adalah tentang menasihati ummat, termasuk diri sendiri yang menjadi bagian dari ummat. Ambil hikmah dari kisah-kisahnya saja ya. Jangan langsung menarik kesimpulan, budayakan tabayun. Jangan sampai kamu salah paham dengan spesies-spesies yang kuberi inisial sejenis Merpati, Koko, Belibis, Elang, Mamas, Mamen, dan sebagainya. Hati-hati.

Blog ini didominasi oleh tulisan untuk salah satu sahabat Mawar. Namanya Beta. Setiap orang boleh membaca artikel manapun yang tidak terkunci. Jika berkenan, boleh juga share hingga pelosok dunia. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat. Ambil yang baik-baik saja yaa 😀

Bagaimanapun juga, Pejuang ini akan selalu membutuhkan banyak pelajaran, kritik, dan saran dari orang-orang di sekitarnya. Jangan sungkan untuk berkomentar, berkenalan, menegur, menyapa, atau sekedar memberi masukan agar tulisan-tulisan di ruang cerita lebih baik dan bermanfaat.

Akhirul kalam, Astaghfirullahhal’adzim J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s